April 04, 2017

@ INFO WISATA Paket Tour - Travel untuk 2017

PalembangKu, April,04.2017
(adm014)


PAKET TOUR SUPER HEMAT


BANGKA  TOUR
2 HARI = Rp  1.200.000,-
3 HARI = Rp  1.700.000,- 

BELITUNG TOUR
3 HARI = Rp 1.700.000,-
4 HARI = Rp 2.200.000,-

BALI TOUR
3 HARI - Rp 1.400.000,-
4 HARI = Rp 1.800.000,-
5 HARI = Rp 2.250.000,-

LOMBOK TOUR
3 HARI = Rp 1.800.000,-
4 HARI = Rp 2.300.000,-

BALI + LOMBOK TOUR
5 HARI = Rp 3.000.000,-
6 HARI = Rp 3.500.000,-

MEDAN + TOBA TOUR
4 HARI = Rp 2.400.000,-
5 HARI = Rp 3.000.000,-

PADANG TOUR
3 HARI = Rp 1.300.000,-
4 HARI = Rp 1.800.000,-

MANADO TOUR
4 HARI = Rp 2.400.000,-
5 HARI = Rp 3.000.000,-

MAKASAR TOUR
4 HARI = Rp 2.400.000,-
5 HARI = Rp 3.000.000,-
6 HARI = Rp 3.600.000,-

BROMO TOUR
2 HARI = Rp 1.200.000,-
3 HARI = Rp 1.800.000,-

THAILAND TOUR (Pilihan **)
** BANGKOK + PATTAYA
** PHUKET + KRABI
** CHIANG MAI + CHIANG RAI
3 HARI = Rp 2.000.000,-
4 HARI = Rp 2.700.000,-
5 HARI = Rp 3.500.000,-

FASILITAS :
 - BUS AC
 - HOTEL ***
 - MAKAN (BREAKFAST-LUNCH-DINNER)
 - TIKET WISATA
 - PEMANDU WISATA
 - PESERTA MINIMAL 8 ORANG, - BILA PESERTA LEBIH 10 ORANG GRATIS 1 ORANG

BERMINAT HUBUNGI :
SARIPUTRA TOUR PALEMBANG
CHANDRA-Hp 0812 7353 7771
                     WA 0821 7629 1111

April 02, 2017

H.Sarimuda Turut Datang Dalam Perayaan Ceng Beng

H.Sarimuda Turut Datang Dalam Perayaan Ceng Beng

 Foto Bareng  Tokoh Masyarakat Tionghoa dan Aparat Keamanan
 Kedatangan H.Sarimuda bersama rombongan

PalembangKu.Minggu02,April2017.Perayaan Ceng Beng "ziarah kubur tahunan bagi masyarakat Tionghoa" yang berada dilokasi Sukawinatan Palembang yang jatuh dihari minggu 2 april hingga 5 april 2017 mendatang, mulai pukul 7 pagi tadi penziarah mulai berdatangan dari segala penjuru bahkan ada dari luar kota Palembang . Kedatangan H.Sarimuda disambut hangat para penziarah Ceng Beng. Obrolan dan ngopi bareng ini ditemani langsung oleh tokoh masyarakat bapak Salim bersama bapak Chandra.
 Tokoh Masyarakat bapak Chandra mengutarakan makna Ceng Beng bagi masyarakat Tionghoa

Dalam penjelasannya bapak Chandra mengutarakan secara singkat makna penting dalam perayaan Ceng Beng ini bagi masyarakat Tionghoa, dimana arti Ceng itu cerah dan Beng itu terang. Banyak kaitan dalam kegiatan ini seperti; membakar uang uangan, sembahyang dan juga membersihkan kuburan. H.Sarimuda yang dipandu langsung oleh tokoh masyarakat ini untuk mengenal lebih dekat sekaligus tatap muka dengan penziarah dikuburan. Harapan dan keinginan mereka kedepan nantinya, mengharapkan kiranya bapak H.Sarimuda dapat untuk maju kembali dalam bursa walikota 2018.






 obrolan bareng dengan penziarah di Posko I Keamanan
 paparan bapak Chandra di perkuburan
Memakan waktu kurang lebih selama 2 jam, bapak H.Sarimuda dan rombongan berada dan sempat keliling dilokasi perkuburan ini, akhirnya kembali ke pos induk dan siap untuk melanjutkan kegiatan lainnya, sempat mampir dipondok CikMan kawasan Angkatan 66 Sekip Ujung sambil menikmati hidangan lontong bersama rombongan.(adm.04) 

 sarapan pagi bersama dipondok cikman angkatan 66 sekip ujung

Maret 31, 2017

Fakem Palembang Darussalam Terus Berkibar di 35 dan 36 Ilir

Fakem Palembang Darussalam Terus Berkibar di 35 dan 36 Ilir



PalembangKuMaret,31.2017. Keberadaan Forum Amal Kemanusian Palembang Darussalam benar-benar sangat dirasakan kehadirannya bagi masyarakat kota Palembang. Bantuan Gratis transportasi mobil jenazah dan ambulan untuk  membantu meringankan bagi keluarga musibah. Program amal kemanusian ini tak hanya menyangkut transportasi untuk mengangkut orang meninggal saja, tapi juga turut membantu orang yang sakit yang tak mampu, bencana alam dan kegiatan yang bersifat sosial lainnya.

Kegiatan rutin disetiap hari jum'at  rombongan bapak H.Sarimuda mengadakan jum'atan keliling hari ini (31/3) di Masjid Romaniyah 36 ilir Palembang. Antusias warga untuk bersalaman dan bertatap muka selepas melaksanakan jumatan dilakukan secara spontan ini, untuk melihat langsung sosok ketua umum Fakem  Palembang Darussalam.




Acara tatap muka dan silaturahmi dilanjutkan dikediaman bapak Ichsan sembari santap siang bersama. Dalam sambutan bapak H.sarimuda mengucapkan terimakasih kepada warga yang dari 35 dan 36 ilir, yang telah  menyukseskan memilih beliau dipilkada 2013 lalu, walaupun secara keseluruhan diKecamatan Gandus perolehan suaranya kalah. Tak hanya berita kekalahan saja, tetapi beliau juga menerima masukan dari orang orang yang terdahulunya juga ikut mencurangi suara beliau yang seharusnya menang di tingkat kelurahan kelurahan dan juga untuk kecamatan Gandus.

Seperti yang diutarakan salah satu warga sebut saja yanto, dimana kata "gratis" itu nyebutnyo bae, buktinya mase dipintake uang bensin,uang rokok, segalo macem alasan. "Lain halnya dengan "gratis" di Fakem, bener bener gratis katek sepeser pun dimintak" ujarnya.





    
Seusai pertemuan silaturahmi rombongan bapak H.Sarimuda ini meneruskan kunjungan kediaman rumah ibu Hj.Rukaiyah Arifin,BA,sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia Prov.SumSel, Pengurus Forum Ukhuwah Ulama dan Umara Sumsel, menengok suaminya bapak H.Arifin yang baru lepas sembuh dari sakitnya yang dilanjutkan berfoto bareng sebagai kenangan bersama (adm.02)











Maret 26, 2017

H.Sarimuda: Maju ke Pilkada Bukan Materi Tapi Nurani Untuk Kota Palembang

H.Sarimuda: Maju ke Pilkada Bukan Materi Tapi Nurani Untuk Kota Palembang

PalembangKu.Maret.26.2017. Banyak sebagian orang berpendapat kekalahan menjadikan cambuk dan pengalaman untuk kedepannya. Dan ada juga yang berpikir mana tak mungkin akan masuk kedalam lobang sama untuk kedua kalinya. Lain halnya dengan pola yang dipikirkan bapak H.Sarimuda pensiunan seorang birokrat, yang punya banyak pengalaman dalam pengembangan dan pembangunan  melalui program programnya yang terbukti kini telah dilanjutkan, dengan konsep konsep pembangunan semasa beliau menjabat di Dinas PU dan Dinas Perhubungan.

Pencalonan dirinya di kepala daerah langsung khususnya untuk kota Palembang, yang sempat terhambat dua kali kekalahan dan satu kali kemenangan beliau di KPU tetapi dirampas di Mahkamah Konstitusi tahun 2013 lalu.

Semangat dan keinginan H. Sarimuda untuk "berbuat dan trus berbuat" demi kemajuan kota Palembang, terbukti ini dalam kegiatan amal sosial yang telah dirintis dan kini tetap berjalan, dari Forum Amal kematian
berubah menjadi Forum Amal Kemanusian (FAKEM) Palembang Darussalam 2012 lalu.

Tingkat untuk penggangguran dikota Palembang saat ini dari tahun ketahun terus bertambah, pembangunan pembangunan tak ada peningkatan yang signifikan. Bahkan pembangunan yang ada saja terkesan kurang pemeliharaan,apalagi mau bertambah, imbuh beliau disela sela silaturahmi dengan warga (10/3) beberapa waktu lalu.

Sosok dan profil Ir.H.Sarimuda,MT di kota Palembang dari seberang ilir hingga seberang ulu, dikenal tak hanya dikalangan politisi, tokoh, ulama, cendikiawan bahkan ditingkat mahasiswa dan pelajar, mulai dari lapisan bawah pun menginginkan untuk Walikota Palembang 2018 nantinya benar benar dari aspirasi rakyat,  "Maju trus H.Sarimuda"  (adm.02)

Maret 24, 2017

Silaturahmi Teman lama


Silaturahmi  Teman lama

PalembangKu.Jum'at.Maret24,2017
.


Temu kangen sekian lama akhirnya menbawa keberkahan sendiri bagi bpk. H.Mukijo dan bp.H.Sarimuda, setelah  hampir 45 tahun kawan semasa kecil dulu dari sekolah dasar hingga lanjutan pertama dapat berjumpa kembali., sembari menunaikan sholat jum'at (24/3) bersama-sama di Masjid Darussalam yang terletak di jalan meriam sekip ujung palembang.

Sehabis menunaikan jum'atan Bapak sarimuda dan rombongan diundang untuk bersilaturahmi dikediaman keluarga bapak H.Mukijo  di rt 07/03 yang tak jauh dari  Masjid Darussalam.  Dalam kesempatan ini silaturahmi juga dengan sesama jemaah masjid yang telah mengenal sosok bapak H.Sarimuda untuk bertatap muka langsung sambil diiringi ngobrol bareng, dimana dulunya juga bapak H.Sarimuda ini dilahirkan dan dibesarkan dilingkungan sekip ujung, hingga banyak teman semasa kecilnya yang turut juga nimbrung disilaturahmi ini.

Dalam sambutannya bapak Sarimuda menjelaskan kembali kalau dirinya dulu juga alumni dari SD 73 kebon Semai, SMPN 6 dan tamatan SMAN 3 semuanya di Palembang. Untuk S1 nya dari UNSRI tehnik sipil dan Pasca Sarjananya di Tarumanegara Jakarta dimana disampaikan juga bahwa istrinya berasal dari rasuan,oku sedangkan orangtua bapak dari kayuagung dan ibu dari tebing tinggi empatlawang. "Mudah mudahan nantinya akan muncul walikota dari sekip ujung" imbuhnya sambil mengakhiri sambutannya yang dijawab secara serentak dan spontan menyebutnya  "amiin"


Banyak rekan rekan maupun kolega bapak H.Sarimuda khususnya dari lingkungan Sekip Ujung dan sekitarnya, siap menjadikan bapak Sarimuda Walikota Palembang 2018 kedepan, yang sempat dipilkada 2013 lalu yang hak kemenangannya dirampas. (adm.12)














































Sarimuda: Fakem Mitra Pemerintah Bukan lawan Pemerintah

Sarimuda: Fakem Mitra Pemerintah Bukan lawan Pemerintah

PalembangKu.Maret24,2017. Sebagai Garda terdepan dalam Amal Kemanusian, Forum Amal Kemanusian (Fakem) Palembang Darussalam membantu kinerja pemerintah dalam mengemban kegiatan sosial sesuai dengan program visi misi berdirinya forum amal kemanusian dari sebelumnya bernama forum amal kematian. (postingan, Majalah Potret Indonesia, edisi april 2012). Adm.06

Maret 23, 2017

Sejarah Benteng Kuto Besak Palembang

Sejarah Benteng Kuto Besak Palembang

 

Kuto Besak adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan internasional, serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara. Menandai perannya sebagai sultan, ia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru.
Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengan arsitek yang tidak diketahui dengan pasti dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Semen perekat bata menggunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah dengan putih telur. Waktu yang dipergunakan untuk membangun Kuto Besak ini kurang lebih 17 tahun. Keraton ini ditempati secara resmi pada hari Senin pada tanggal 21 Februari 1797.
Berbeda dengan letak keraton lama yang berlokasi di daerah pedalaman, keraton baru berdiri di posisi yang sangat terbuka, strategis, dan sekaligus sangat indah. Posisinya menghadap ke Sungai Musi.
Pada masa itu, Kota Palembang masih dikelilingi oleh anak-anak sungai yang membelah wilayah kota menjadi pulau-pulau. Kuto Besak pun seolah berdiri di atas pulau karena dibatasi oleh Sungai Sekanak di bagian barat, Sungai Tengkuruk di bagian timur, dan Sungai Kapuran di bagian utara.

Pendapat de Sturler megenai kondisi benteng Kuto Besak:
lebar 77 roede dan panjangnya 44 roede, dilengkapi dengan 3 baluarti separo dan sebuah baluarti penuh, yang melengkapi keempat sisi keliling tembok. Tembok tersebut tebalnya 5 kaki dan tinggi dari tanah 22 dan 24 kaki.
Tembok ini diperkuat dengan 4 bastion (baluarti). Di dalam masih ada tembok yang serupa dan hampir sama tingginya, dengan pintu-pintu gerbang yang kuat, sehingga ini dapat juga dipergunakan untuk pertahanan jika tembok pertama dapat didobrak
Pengukuran terbaru para konsutan sendiri mendapatkan ukuran yang sedikit berbeda, yaitu panjang 290 meter dan lebar 180 meter. Di bagian dalam di tengah kraton disebut Dalem, khusus untuk tempat kediaman raja, lebih tinggi beberapa kaki dari bangunan biasa. Seluruhnya dikelilingi oleh dinding yang tinggi sehingga membawa satu perlindungan bagi raja. Tak seorang pun boleh mendekati tempat tinggal raja ini kecuali para keluarganya atau orang yang diperintahkannya.
Pada saat peperangan melawan penjajah Belanda tahun 1819, terdapat sebanyak 129 pucuk meriam berada di atas tembok Kuto Besak. Sedangkan saat pada peperangan tahun 1821, hanya ada 75 pucuk meriam di atas dinding Kuto Besak dan 30 pucuk di sepanjang tembok sungai, yang siaga mengancam penyerang.



Berbeda dengan letak keraton lama yang berlokasi di daerah pedalaman, keraton baru berdiri di posisi yang sangat terbuka, strategis, dan sekaligus sangat indah. Posisinya menghadap ke Sungai Musi.
Pada masa itu, Kota Palembang masih dikelilingi oleh anak-anak sungai yang membelah wilayah kota menjadi pulau-pulau. Kuto Besak pun seolah berdiri di atas pulau karena dibatasi oleh Sungai Sekanak di bagian barat, Sungai Tengkuruk di bagian timur, dan Sungai Kapuran di bagian utara.
Benteng Kuto Besak saat ini ditempati oleh Komando Daerah Militer (Kodam) Sriwijaya.
Pembangunan dan penataan kawasan di sekitar Plaza Benteng Kuto Besak diproyeksikan akan menjadi tempat hiburan terbuka yang menjual pesona Musi dan bangunan-bangunan bersejarah. Jika dilihat dari daerah Seberang Ulu atau Jembatan Ampera, pemandangan yang tampak adalah pelataran luas dengan latar belakang deretan pohon palem di halaman Benteng Kuto Besak, dan menara air di Kantor Wali Kota Palembang.
Di kala malam hari, suasana akan terasa lebih dramatis. Cahaya dari deretan lampu-lampu taman menciptakan refleksi warna kuning pada permukaan sungai.
Pemkot Palembang memiliki sejumlah rencana pengembangan untuk mendukung Plaza Benteng Kuto Besak sebagai obyek wisata.